Jumat, 19 Juli 2013
Senin, 15 Juli 2013
SI KECIL AKAN SELALU MENIRU BUNDANYA
Diposting oleh Unknown di 07.32 0 komentarTanpa kita sadari ternyata si kecil selalu melihat, memperhatikan, bahkan merekam semua hal yang didengarnya, dilihatnya, serta semua kebiasaan yang sering dilakukan orang tuanya terutama ibundanya.
Oleh karena itu, Bunda.. berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak apalagi saat bersama dengan si kecil, agar yang ditiru oleh si kecil adalah semua hal terbaik dari diri orang tuanya.
Ok Bunda semoga kita bisa jadi cermin terbaik buat si kecil .. ^_^
Minggu, 14 Juli 2013
BEDONG BABY, bermanfaat loch Bunda ...
Diposting oleh Unknown di 21.54 0 komentarMasih Tingginya Kematian Balita Di Seluruh Dunia
Diposting oleh Unknown di 20.44 0 komentarKurang Tidur bisa mengganggu kesehatan
Diposting oleh Unknown di 20.43 0 komentarDengan berkurangnya waktu tidur, akan menjadi bahaya yang dapat mengancam kesehatan para remaja, termasuk juga mengancam daya ingat dan kemampuan berpikir. Pada saat tidur itulah, pertumbuhan fisik hampir seluruhnya terjadi, yang bila tidak mendapat tidur yang cukup akan membuat pertumbuhan mereka terhambat, mental kurang berkembang dan berperilaku yang memprihatinkankan orangtuanya. Oleh karena itu dianjurkan oleh dokter untuk mempunyai waktu tidur yang cukup, sedikitnya 9 jam sehari.
Menurut ahli dari Cina, jam 10 malam hingga jam 1 dini hari adalah waktu paling aktif dihasilkannya hormon pertumbuhan dan metabolisme sel. Hilangnya waktu tidur pada jam-jam penting tersebut, tidak dapat digantikan dengan tidur pada jam lainnya.
sumber http://www.info-sehat.com
Jangan jadikan TV sebagai Orang tua kedua bagi anak
Diposting oleh Unknown di 20.43 0 komentarPenelitian pertama menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya akan mempunyai nilai 8 poin lebih rendah pada tes matematika dibanding mereka yang tidak (memiliki televisi di kamarnya). Mereka juga memiliki nilai yang lebih rendah pada tes berbahasa dan membaca. Sebaliknya, bila anak tersebut memiliki akses komputer akan meningkatkan skor pada berbagai tes yang diikutinya.
Penelitian kedua mendapatkan bahwa semakin banyak seseorang menonton televisi pada usia antara 5 dan 15 tahun, semakin rendah tingkat pendidikan yang diselesaikan pada usia 26 tahun, dan hal tersebut ternyata tidak begitu dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan intelegensia orang tersebut. Semakin dini usia anak saat menonton TV, semakin besar efek buruknya terhadap kelulusan. Hal ini juga membawa kepada dugaan bahwa efek yang terjadi bersifat jangka panjang.
Penelitian ketiga melaporkan bahwa untuk anak yang berusia sangat muda, menonton televisi berkaitan erat dengan nilai tes matematika dan membaca yang rendah. Pola yang paling buruk terlihat pada anak berusia kurang dari 3 tahun yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari.
Jadi, semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. Sebagian pakar menyatakan efek baik dan buruk televisi juga sangat tergantung dari materi yang ditonton. Tetapi, dari penelitian-penelitian ini mungkin kita bisa lebih berhati-hati untuk meletakkan televisi hanya di ruang keluarga dan bukan di kamar anak. Jangan biarkan anak terlalu banyak menonton televisi dan upayakan agar anak baru mengenal televisi setelah usianya lebih dari 3 tahun
sumber http://www.info-sehat.com
Anak, kuman, kesehatan, balita
Diposting oleh Unknown di 20.42 0 komentarAnak, kuman, kesehatan, balita
Bayi yang baru lahir belum bisa mengontrol gerakan kaki dan tangannya. Itulah mengapa mereka berisiko tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan lagi kelambu yang dipasang:
- Cari yang berbahan kain tipis (bukan dari bahan plastik). Selain tidak membuat bayi kepanasan, juga cukup tembus pandang hingga kita masih bisa melihat bayi dari luar boks.
- Sisa kelambu harus cukup panjang di bagian bawah boks, agar kelambu tak mudah masuk ke dalam boks.
- Usahakan kelambu selalu dalam keadaan tergantung rapi lurus ke bawah, tak ada bagian yang sedikit terlipat masuk ke dalam boks. Trik lain, jepitkan kelambu ke bagian bawah boks sehingga kelambu tertahan dalam posisi demikian.
sumber : http://www.parenting.co.id
Benda Bergerak, Rangsang Bayi Main
Diposting oleh Unknown di 20.41 0 komentar
TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK DARI USIA 0 BULAN - 12 BULAN
Diposting oleh Unknown di 07.40 0 komentarTahapan perkembangan bayi, balita dan anak adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan orang tua, pengasuh dan pendidik. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan atau penyimpangan atau keterlambatan dalam pertumbuhan & perkembangan anak maka orang tua, pengasuh, pendidik harus segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan agar dapat segera ditanggulangi secara dini.
Pada umumnya proses tumbuh kembang anak berlangsung teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Secara umum ciri-ciri tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut :
- Pertumbuhan & perkembang terjadi secara bersamaan & berkorelasi. Misalnya pertumbuhan otak & serabut syaraf anak akan disertai dengan perubahan fungsi yaitu perkembangan intelegensianya.
- Perkembangan mempunyai pola yang teratur & beurutan. Misalnya sebeluke arah bawah(kaudal). Perkembangan terjadim anak bisa berjalan, ia harus bisa berdiri lebih dahulu.Perkembangn fungsi organ tubuh mempunyai pola yang tetap; yaitu perkembangan lebih dahulu terjadi pada daerah kepala kemudian menuju pada kemampuan gerak dasar . kemudian diikuti kemampuan gerak halus.
- Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
- Tahapan tumbuh kembang anak usia 0-12 bulan sebagai berikut :
- Usia 0-3 bulam :
- * mengngkat kepala setinggi 45 derajat
- * menggerakkan kepala dari kiri/ kanan ke tengah
- * melihat & menatap wajah bunda
- * mengoseh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
- * suka tertawa keras
- * bereaksi terkejut terhdap suara keras
- * membalas tersenyum ketika diajak tersenyum / diajak berbicara
- * mengenal bunda dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, & kontak
- Usia 3-6 bulan
- * berbalik dari telungkup ke terlentang
- * mengangkat kepala setinggi 90 derajat
- * mempertahankan posisi kepala tetap tegak
- * menggenggam pensil
- * meraih benda yg ada dalam jangkauannya
- * memegang tangannya sendiri
- * mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
- * tersenyum ketika melihat mainan / gambar yang menarik
- Usia 6-9 bulan
- * duduk sendiri dalam sikap bersila
- * belajar berdiri sendiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badannya
- * merangkak dan meraih benda atau mendekati seseorang
- * memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- * bermain tepuk tangan / ciluk ba
- * bergembira dengan melempar benda
- * makan kue sendiri
- Usia 9-12 bulan
- * mengangkat badannya ke posisi berdiri
- * belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi
- * dapat berjalan dengan dituntun
- * memasukkan benda ke mulut
- * mengulang menirukan bunyi yang didengarnya
- * menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
- * mengenal anggota keluarga, takut pada orang asing
- * bereaksi terhadap suara bisikan ( perlahan)
IMUNISASI TAMBAHAN BAGI BAYI & BALITA
Diposting oleh Unknown di 06.05 0 komentar
ada beberapa imunisasi tambahan yang dianjurkan sebagai imunisasi
tambahan. Imunisasi tersebut bisa diperoleh di rumah sakit swasta, atau
bidan dan dokter tertentu yang menyediakan layanan tersebut. Diantara
imunisasi tambahan tersebut adalah sebagai berikut :
Itulah bunda beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk diberikan pada balita anda. Sebagai orangtua kita bertanggung jawab untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kesehatannya. Bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?
Sumber tulisan ini : Buku Pintar Mengasuh Batita ( dr. Surinah, terbitan Gramedia)
5 IMUNISASI WAJIB BAGI BAYI
Diposting oleh Unknown di 05.52 0 komentar Berikut daftar vaksin wajib bagi bayi dan penjelasannya.
BCG (Bacille Calmette-Guérin)
Bunda, ayo lakukan 6 cara ini ya biar si mungil tidur nyenyak di malam hari
Diposting oleh Unknown di 05.09 0 komentarKoq si kecil sering rewel waktu malam ya ?
Diposting oleh Unknown di 04.01 0 komentarSi mungil sering menangis bahkan susah tidur nyenyak di malam hari. Terkadang ibu sering salah mengartikan maksud tangisan sang buah hati. Sebenarnya bayi rewel di malam hari dapat disebabkan oleh beberapa hal, selain karena lapar, ada beberapa penyebab mengapa bayi menangis. Penyebabnya diantaranya adalah :
1. Merasa tak nyaman
Ketika
merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seperti popoknya basah, baju
yang terlalu ketat, kasar, atau gatal, bayi juga akan sering menangis.
Kondisi lain yang terjadi di sekitarnya seperti suasana kamar yang
terlalu terang atau gelap, bosan dan tidak ingin ditinggal sendirian,
juga akan membuatnya protes melalui tangisan. Untuk menghindari bayi
sering menangis, buatlah kondisinya senyaman mungkin dengan kondisi
pakaian dan ruangan yang sesuai dengannya.
2. Kepanasan atau kedinginan
Karena
kulitnya yang masih tipis, maka bayi cenderung lebih sensitif terhadap
perubahan suhu. Namun bayi yang baru lahir belum bisa mengatur perubahan
suhu tubuhnya sendiri. Maka bayi berharap melalui tangisannya, orangtua
mereka bisa membantu mengatur suhu tubuh mereka dan membuatnya lebih
nyaman.
"Untuk tahu apakah bayi kedinginan atau kepanasan jangan
gunakan suhu telapak tangan dan kaki bayi sebagai tolak ukurnya. Karena
tangan dan kaki memang cenderung lebih dingin dibandingkan anggota tubuh
lainnya," tambahnya.
3. Minta digendong
Pada
dasarnya semua bayi selalu ingin didekap oleh orangtuanya. Kontak kulit
bayi dan orangtua ini diperlukan untuk menghadirkan suasana yang nyaman
bagi bayi. Ifa menambahkan, ada penelitian yang membuktikan bahwa para
ibu yang bisa menggendong bayi mereka ke mana-mana biasanya bayinya akan
lebih jarang menangis.
4. Mengantuk
Kadangkala
bayi tidak dapat jatuh tertidur sendiri, sehingga mereka menangis
karena membutuhkan bantuan untuk membantu mereka tertidur. Ketika
menjelang sore atau malam hari, bayi biasanya menjadi lebih rewel dan
sering menangis. Hal ini menandakan bahwa mereka sudah merasa lelah dan
cukup beraktivitas di hari itu.
5. Sakit
Bayi
menangis juga bisa disebabkan karena mereka sedang sakit. Ini juga bisa
menjadi pertanda bahwa kemungkinan mereka akan terserang penyakit.
Ketika mereka rewel karena sakit, Anda juga harus memerhatikan makanan
yang dikonsumsi. Karena bisa jadi bayi yang masih menyusu ini alergi
dengan makanan yang sedang dikonsumsi, alergi pada obat yang dikonsumsi
ibu, atau ibu terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol.
6. Percepatan pertumbuhan
Percepatan pertumbuhan (growth spurf)
terjadi ketika bayi mengalami lonjakan pertumbuhan fisik, otak, dan
motoriknya. Ketika mengalami fase ini, bayi membutuhkan ASI lebih banyak
sehingga menyusu lebih sering. Dan ini akan menyebabkan mereka sering
menangis. Periode percepatan pertumbuhan ini biasanya terjadi pada bayi
usia 7-10 hari, 4-6 minggu, 3-4 bulan, enam bulan, dan sembilan bulan.
Periode percepatan pertumbuhan ini berlangsung antara 2-5 hari.
Demikian postingan kali ini tentang penyebab rewelnya di kecil di malam hari. Semoga bermanfaat buat pembaca khususnya bagi bunda & buah hati tercinta :)
Rabu, 10 Juli 2013
Selasa, 09 Juli 2013
Senin, 08 Juli 2013
Dream On Me Classic 2 in 1 Convertible Stationary Side Crib
Diposting oleh Unknown di 01.38 0 komentarArms Reach Co-Sleeper® brand Mini Co-Sleeper® Bassinet - Natural
Diposting oleh Unknown di 01.32 0 komentarJumat, 19 Juli 2013
Senin, 15 Juli 2013
SI KECIL AKAN SELALU MENIRU BUNDANYA
Oleh karena itu, Bunda.. berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak apalagi saat bersama dengan si kecil, agar yang ditiru oleh si kecil adalah semua hal terbaik dari diri orang tuanya.
Ok Bunda semoga kita bisa jadi cermin terbaik buat si kecil .. ^_^
Minggu, 14 Juli 2013
BEDONG BABY, bermanfaat loch Bunda ...
Masih Tingginya Kematian Balita Di Seluruh Dunia
Kurang Tidur bisa mengganggu kesehatan
Dengan berkurangnya waktu tidur, akan menjadi bahaya yang dapat mengancam kesehatan para remaja, termasuk juga mengancam daya ingat dan kemampuan berpikir. Pada saat tidur itulah, pertumbuhan fisik hampir seluruhnya terjadi, yang bila tidak mendapat tidur yang cukup akan membuat pertumbuhan mereka terhambat, mental kurang berkembang dan berperilaku yang memprihatinkankan orangtuanya. Oleh karena itu dianjurkan oleh dokter untuk mempunyai waktu tidur yang cukup, sedikitnya 9 jam sehari.
Menurut ahli dari Cina, jam 10 malam hingga jam 1 dini hari adalah waktu paling aktif dihasilkannya hormon pertumbuhan dan metabolisme sel. Hilangnya waktu tidur pada jam-jam penting tersebut, tidak dapat digantikan dengan tidur pada jam lainnya.
sumber http://www.info-sehat.com
Jangan jadikan TV sebagai Orang tua kedua bagi anak
Penelitian pertama menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya akan mempunyai nilai 8 poin lebih rendah pada tes matematika dibanding mereka yang tidak (memiliki televisi di kamarnya). Mereka juga memiliki nilai yang lebih rendah pada tes berbahasa dan membaca. Sebaliknya, bila anak tersebut memiliki akses komputer akan meningkatkan skor pada berbagai tes yang diikutinya.
Penelitian kedua mendapatkan bahwa semakin banyak seseorang menonton televisi pada usia antara 5 dan 15 tahun, semakin rendah tingkat pendidikan yang diselesaikan pada usia 26 tahun, dan hal tersebut ternyata tidak begitu dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan intelegensia orang tersebut. Semakin dini usia anak saat menonton TV, semakin besar efek buruknya terhadap kelulusan. Hal ini juga membawa kepada dugaan bahwa efek yang terjadi bersifat jangka panjang.
Penelitian ketiga melaporkan bahwa untuk anak yang berusia sangat muda, menonton televisi berkaitan erat dengan nilai tes matematika dan membaca yang rendah. Pola yang paling buruk terlihat pada anak berusia kurang dari 3 tahun yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari.
Jadi, semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. Sebagian pakar menyatakan efek baik dan buruk televisi juga sangat tergantung dari materi yang ditonton. Tetapi, dari penelitian-penelitian ini mungkin kita bisa lebih berhati-hati untuk meletakkan televisi hanya di ruang keluarga dan bukan di kamar anak. Jangan biarkan anak terlalu banyak menonton televisi dan upayakan agar anak baru mengenal televisi setelah usianya lebih dari 3 tahun
sumber http://www.info-sehat.com
Anak, kuman, kesehatan, balita
Anak, kuman, kesehatan, balita
Bayi yang baru lahir belum bisa mengontrol gerakan kaki dan tangannya. Itulah mengapa mereka berisiko tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan lagi kelambu yang dipasang:
- Cari yang berbahan kain tipis (bukan dari bahan plastik). Selain tidak membuat bayi kepanasan, juga cukup tembus pandang hingga kita masih bisa melihat bayi dari luar boks.
- Sisa kelambu harus cukup panjang di bagian bawah boks, agar kelambu tak mudah masuk ke dalam boks.
- Usahakan kelambu selalu dalam keadaan tergantung rapi lurus ke bawah, tak ada bagian yang sedikit terlipat masuk ke dalam boks. Trik lain, jepitkan kelambu ke bagian bawah boks sehingga kelambu tertahan dalam posisi demikian.
sumber : http://www.parenting.co.id
Benda Bergerak, Rangsang Bayi Main
TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK DARI USIA 0 BULAN - 12 BULAN
Pada umumnya proses tumbuh kembang anak berlangsung teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Secara umum ciri-ciri tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut :
- Pertumbuhan & perkembang terjadi secara bersamaan & berkorelasi. Misalnya pertumbuhan otak & serabut syaraf anak akan disertai dengan perubahan fungsi yaitu perkembangan intelegensianya.
- Perkembangan mempunyai pola yang teratur & beurutan. Misalnya sebeluke arah bawah(kaudal). Perkembangan terjadim anak bisa berjalan, ia harus bisa berdiri lebih dahulu.Perkembangn fungsi organ tubuh mempunyai pola yang tetap; yaitu perkembangan lebih dahulu terjadi pada daerah kepala kemudian menuju pada kemampuan gerak dasar . kemudian diikuti kemampuan gerak halus.
- Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
- Tahapan tumbuh kembang anak usia 0-12 bulan sebagai berikut :
- Usia 0-3 bulam :
- * mengngkat kepala setinggi 45 derajat
- * menggerakkan kepala dari kiri/ kanan ke tengah
- * melihat & menatap wajah bunda
- * mengoseh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
- * suka tertawa keras
- * bereaksi terkejut terhdap suara keras
- * membalas tersenyum ketika diajak tersenyum / diajak berbicara
- * mengenal bunda dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, & kontak
- Usia 3-6 bulan
- * berbalik dari telungkup ke terlentang
- * mengangkat kepala setinggi 90 derajat
- * mempertahankan posisi kepala tetap tegak
- * menggenggam pensil
- * meraih benda yg ada dalam jangkauannya
- * memegang tangannya sendiri
- * mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
- * tersenyum ketika melihat mainan / gambar yang menarik
- Usia 6-9 bulan
- * duduk sendiri dalam sikap bersila
- * belajar berdiri sendiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badannya
- * merangkak dan meraih benda atau mendekati seseorang
- * memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- * bermain tepuk tangan / ciluk ba
- * bergembira dengan melempar benda
- * makan kue sendiri
- Usia 9-12 bulan
- * mengangkat badannya ke posisi berdiri
- * belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi
- * dapat berjalan dengan dituntun
- * memasukkan benda ke mulut
- * mengulang menirukan bunyi yang didengarnya
- * menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
- * mengenal anggota keluarga, takut pada orang asing
- * bereaksi terhadap suara bisikan ( perlahan)
IMUNISASI TAMBAHAN BAGI BAYI & BALITA
ada beberapa imunisasi tambahan yang dianjurkan sebagai imunisasi tambahan. Imunisasi tersebut bisa diperoleh di rumah sakit swasta, atau bidan dan dokter tertentu yang menyediakan layanan tersebut. Diantara imunisasi tambahan tersebut adalah sebagai berikut :
Itulah bunda beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk diberikan pada balita anda. Sebagai orangtua kita bertanggung jawab untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kesehatannya. Bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?
Sumber tulisan ini : Buku Pintar Mengasuh Batita ( dr. Surinah, terbitan Gramedia)
5 IMUNISASI WAJIB BAGI BAYI
BCG (Bacille Calmette-Guérin)
Bunda, ayo lakukan 6 cara ini ya biar si mungil tidur nyenyak di malam hari
Koq si kecil sering rewel waktu malam ya ?
1. Merasa tak nyaman
Ketika merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seperti popoknya basah, baju yang terlalu ketat, kasar, atau gatal, bayi juga akan sering menangis. Kondisi lain yang terjadi di sekitarnya seperti suasana kamar yang terlalu terang atau gelap, bosan dan tidak ingin ditinggal sendirian, juga akan membuatnya protes melalui tangisan. Untuk menghindari bayi sering menangis, buatlah kondisinya senyaman mungkin dengan kondisi pakaian dan ruangan yang sesuai dengannya.
2. Kepanasan atau kedinginan
Karena kulitnya yang masih tipis, maka bayi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Namun bayi yang baru lahir belum bisa mengatur perubahan suhu tubuhnya sendiri. Maka bayi berharap melalui tangisannya, orangtua mereka bisa membantu mengatur suhu tubuh mereka dan membuatnya lebih nyaman.
"Untuk tahu apakah bayi kedinginan atau kepanasan jangan gunakan suhu telapak tangan dan kaki bayi sebagai tolak ukurnya. Karena tangan dan kaki memang cenderung lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya," tambahnya.
3. Minta digendong
Pada dasarnya semua bayi selalu ingin didekap oleh orangtuanya. Kontak kulit bayi dan orangtua ini diperlukan untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi bayi. Ifa menambahkan, ada penelitian yang membuktikan bahwa para ibu yang bisa menggendong bayi mereka ke mana-mana biasanya bayinya akan lebih jarang menangis.
4. Mengantuk
Kadangkala bayi tidak dapat jatuh tertidur sendiri, sehingga mereka menangis karena membutuhkan bantuan untuk membantu mereka tertidur. Ketika menjelang sore atau malam hari, bayi biasanya menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal ini menandakan bahwa mereka sudah merasa lelah dan cukup beraktivitas di hari itu.
5. Sakit
Bayi menangis juga bisa disebabkan karena mereka sedang sakit. Ini juga bisa menjadi pertanda bahwa kemungkinan mereka akan terserang penyakit. Ketika mereka rewel karena sakit, Anda juga harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena bisa jadi bayi yang masih menyusu ini alergi dengan makanan yang sedang dikonsumsi, alergi pada obat yang dikonsumsi ibu, atau ibu terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol.
6. Percepatan pertumbuhan
Percepatan pertumbuhan (growth spurf) terjadi ketika bayi mengalami lonjakan pertumbuhan fisik, otak, dan motoriknya. Ketika mengalami fase ini, bayi membutuhkan ASI lebih banyak sehingga menyusu lebih sering. Dan ini akan menyebabkan mereka sering menangis. Periode percepatan pertumbuhan ini biasanya terjadi pada bayi usia 7-10 hari, 4-6 minggu, 3-4 bulan, enam bulan, dan sembilan bulan. Periode percepatan pertumbuhan ini berlangsung antara 2-5 hari.
Demikian postingan kali ini tentang penyebab rewelnya di kecil di malam hari. Semoga bermanfaat buat pembaca khususnya bagi bunda & buah hati tercinta :)
