Jumat, 19 Juli 2013

0 komentar

Senin, 15 Juli 2013

SI KECIL AKAN SELALU MENIRU BUNDANYA

0 komentar

Tanpa kita sadari ternyata si kecil selalu melihat, memperhatikan, bahkan merekam semua hal yang didengarnya, dilihatnya, serta semua kebiasaan yang sering dilakukan orang tuanya terutama ibundanya.

Oleh karena itu, Bunda.. berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak apalagi saat bersama dengan si kecil, agar yang ditiru oleh si kecil adalah semua hal terbaik dari diri orang tuanya.

Ok Bunda semoga kita bisa jadi cermin terbaik buat si kecil ..  ^_^

Minggu, 14 Juli 2013

BEDONG BABY, bermanfaat loch Bunda ...

0 komentar

FUNGSI BEDONG PADA BAYI 



 Dr. Harvey Karp, ahli terkemuka tentang masalah bayi tidur dan karyanya meliputi hampir empat dekade, telah lama menganjurkan bedong Bayi. Pada websitenya “Happiest Baby on Block, Karp menulis bahwa bedong bayi adalah penting untuk kesehatan masyarakat karena bayi menangis dan kelelahan itu penyebab utama pemicu orangtua depresi pasca melahirkan, SIDS, pemicu penganiayaan anak-anak seperti mengguncang bayi, pemicu kegagalan menyusui, ibu merokok, stres perkawinan, pemicu kecelakaan mobil, dan over-diagnosis dan pemicu perawatan penyakit bayi.

 

Bedong (SWADDLING) adalah cara membungkus bayi dengan selimut yang bertujuan untuk memberikan rasa hangat dan nyaman. Sebenarnya, membedong atau swaddling sudah dilakukan sejak lama oleh orangtua-orangtua kita dulu. Di banyak daerah di kawasan asia, membedong bayi baru lahir merupakan tradisi turun temurun, bahkan diselimuti hal-hal mistis seperti untuk melindungi bayi dari gangguan roh jahat. Saat ini, dunia kedokteran pun sudah membuktikan manfaat bedong bagi bayi. Isu tersebut bukanlah sekedar isapan jempol. Ada banyak mitos seputar bedong yang kemudian menggiring para orangtua hingga membuat kesalahan-kesalahan fatal dalam proses membedong. Salah satu yang paling sering didengar adalah bahwa membedong penting untuk meluruskan kaki bayi, sehingga saat ia besar nanti kakinya tidak bengkok. Padahal, kaki bengkok pada bayi baru lahir adalah wajar. Mengingat selama di dalam rahim, ia seringkali berada pada posisi meringkuk, terutama di bulan-bulan terakhir ketika ruang di dalam rahim tak lagi luas bagi tubuhnya yang kian membesar. Kaki yang bengkok ini perlahan-lahan akan lurus dengan sendirinya seiring ia bertambah dewasa. Mitos tersebut akhirnya membuat bayi-bayi dibedong dengan sangat ketat hingga tak bisa bergerak. Padahal bedong yang terlalu ketat meningkatkan resiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom pada bayi. Karena bedong yang terlalu ketat membuat proses bernapas bayi terganggu. Selain itu, perkembangan motorik bayi juga bisa terhambat mengingat ia terikat hingga tidak dapat bergerak. Membedong dengan memaksa kaki bayi lurus juga beresiko bayi menderita hip dysplasia atau keadaan di mana formasi soket panggul bayi tidak normal. Namun, selama bedong bayi tidak mengikatnya dengan ketat, melainkan hanya membungkusnya agar hangat, bedong memiliki banyak manfaat. Selain pelukan, bedong adalah ‘replika’ yang paling mampu memberikan suasana mirip dengan saat ia masih di dalam rahim ibu. Di bulan pertama kehadirannya di dunia, bayi masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka tak heran kalau bayi cenderung rewel. Dengan bedong, bayi mendapatkan perasaan hangat, terlindungi dan terdekap layaknya di dalam rahim ibu. Bedong juga membantu bayi agar tidak terganggu dengan startle/moro reflex nya sendiri (reflek menghentakkan seluruh badan seperti sedang kaget). Dengan bedong, bayi juga tidak dapat mencakar mukanya, sesuatu yang sering kali dilakukan bayi baru lahir karena belum mampu mengendalikan anggota tubuhnya. Karena itu bedong membantu bayi lebih tenang, lebih mudah tertidur, dan tidurnya pun menjadi lebih nyenyak. Tetapi perlu diingat, tidak semua bayi senang dibedong. Jika bayi Anda malah rewel ketika dibedong, jangan dipaksakan. Bedong bertujuan untuk memberi kenyamanan, jika bayi tidak merasa nyaman, maka bedong menjadi tidak perlu. Saat cuaca panas juga sangat tidak disarankan untuk membedong bayi. Keadaan overheat bagi bayi bisa mengganggu sistem pernapasannya. Tak selamanya pula bayi butuh dibedong. Biasanya para orangtua berhenti membedong bayi di usia 1-2 bulan. Pada usia tersebut, bayi mulai banyak bergerak, dan bedong bisa menggangu gerakannya. Beberapa bayi juga mulai berguling ke samping di usia 2 bulan. Berguling dalam posisi masih dibedong akan sangat berbahaya bagi bayi. Bayi yang sudah tidak mengalami startle/moro reflex juga sudah tak perlu dibedong. Itu menandakan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penelitian juga menyebutkan bahwa membedong bayi di usia dua bulan ke atas tidak memberikan manfaat signifikan untuk meredakan tangisnya. Tetapi, di sisi lain, ada beberapa bayi yang justru menjadi kecanduan bedong dan sulit tidur tanpa dibedong. Seiring usianya bertambah besar, longgarkan bedongnya, hingga perlahan-lahan benar-benar longgar dan bisa berhenti digunakan tanpa ia sadari.

 
 Sumber : http://mybabybtw.com

Masih Tingginya Kematian Balita Di Seluruh Dunia

0 komentar

Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kematian. Untuk mengetahui seberapa besar jumlah anak yang mengalami kematian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah berupaya keras untuk mengetahui secara pasti. Setiap tahunnya, lebih dari 10 juta anak yang berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian, yang disebabkan oleh 6 penyebab utama, yang mana sebagian besar diantaranya sebenarnya dapat dicegah, demikian yang diungkapkan oleh WHO. Dari sekitar 10,6 juta balita yang meninggal, 73%-nya disebabkan oleh 6 penyebab utama, yaitu: 1. Pneumonia (radang paru) 19% 2. Diare 18% 3. Malaria 8% 4. Infeksi pada darah atau Pneumonia pada bayi baru lahir 10% 5. Kelahiran prematur 10% 6. Asfiksia (sumbatan jalan napas) 8% 54% kematian pada balita disebabkan oleh ke empat penyakit menular di atas, yang sebenarnya penyakit-penyakit ini dapat dicegah. 53% dari seluruh kematian mempunyai penyebab dasar yang sama, yaitu gizi yang buruk. Seperti yang terjadi di Ethiopia. Anak-anak Ethiopia, berisiko 30 kali lipat untuk mengalami kematian dibanding dengan anak-anak di negara Eropa. Secara keseluruhan, kematian anak di negara-negara Afrika mencapai 42% dari seluruh kematian anak di seluruh dunia: 94% kematian disebabkan karena malaria, 89% disebabkan karena HIV/AIDS, 46% kematian disebabkan karena Pneumonia (radang paru), 40% karena diare dan 5% karena campak. Sedang anak-anak negara asia tenggara ''menyumbang'' 29% kematian anak, demikian yang dilaporkan dalam jurnal The Lancet. sumber http://www.info-sehat.com

Kurang Tidur bisa mengganggu kesehatan

0 komentar

Remaja saat ini sering mendapat tekanan untuk belajar lebih keras dengan segudang kegiatan di luar sekolah yang harus diikuti, untuk dapat mengejar nilai yang tinggi agar nantinya bisa melanjutkan ke sekolah favorit. Hal ini membuat remaja harus mengurangi waktu istirahatnya, menjadi kurang dari 8 jam sehari.

Dengan berkurangnya waktu tidur, akan menjadi bahaya yang dapat mengancam kesehatan para remaja, termasuk juga mengancam daya ingat dan kemampuan berpikir. Pada saat tidur itulah, pertumbuhan fisik hampir seluruhnya terjadi, yang bila tidak mendapat tidur yang cukup akan membuat pertumbuhan mereka terhambat, mental kurang berkembang dan berperilaku yang memprihatinkankan orangtuanya. Oleh karena itu dianjurkan oleh dokter untuk mempunyai waktu tidur yang cukup, sedikitnya 9 jam sehari.

Menurut ahli dari Cina, jam 10 malam hingga jam 1 dini hari adalah waktu paling aktif dihasilkannya hormon pertumbuhan dan metabolisme sel. Hilangnya waktu tidur pada jam-jam penting tersebut, tidak dapat digantikan dengan tidur pada jam lainnya.

sumber http://www.info-sehat.com

Jangan jadikan TV sebagai Orang tua kedua bagi anak

0 komentar

3 buah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Juli memberikan gambaran serupa bahwa semakin dini usia anak saat menonton televisi, semakin buruk pengaruhnya terhadap pendidikan anak.

Penelitian pertama menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya akan mempunyai nilai 8 poin lebih rendah pada tes matematika dibanding mereka yang tidak (memiliki televisi di kamarnya). Mereka juga memiliki nilai yang lebih rendah pada tes berbahasa dan membaca. Sebaliknya, bila anak tersebut memiliki akses komputer akan meningkatkan skor pada berbagai tes yang diikutinya.

Penelitian kedua mendapatkan bahwa semakin banyak seseorang menonton televisi pada usia antara 5 dan 15 tahun, semakin rendah tingkat pendidikan yang diselesaikan pada usia 26 tahun, dan hal tersebut ternyata tidak begitu dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan intelegensia orang tersebut. Semakin dini usia anak saat menonton TV, semakin besar efek buruknya terhadap kelulusan. Hal ini juga membawa kepada dugaan bahwa efek yang terjadi bersifat jangka panjang.

Penelitian ketiga melaporkan bahwa untuk anak yang berusia sangat muda, menonton televisi berkaitan erat dengan nilai tes matematika dan membaca yang rendah. Pola yang paling buruk terlihat pada anak berusia kurang dari 3 tahun yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari.

Jadi, semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. Sebagian pakar menyatakan efek baik dan buruk televisi juga sangat tergantung dari materi yang ditonton. Tetapi, dari penelitian-penelitian ini mungkin kita bisa lebih berhati-hati untuk meletakkan televisi hanya di ruang keluarga dan bukan di kamar anak. Jangan biarkan anak terlalu banyak menonton televisi dan upayakan agar anak baru mengenal televisi setelah usianya lebih dari 3 tahun

sumber http://www.info-sehat.com

Anak, kuman, kesehatan, balita

0 komentar

Anak, kuman, kesehatan, balita


Mama yang senang mendekor biasanya senang memasang kelambu berwarna selaras dengan warna boks bayi. Selain indah juga dipercaya bisa melindungi si kecil dari serangan nyamuk. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa kelambu bisa berbahaya bagi bayi?

Bayi yang baru lahir belum bisa mengontrol gerakan kaki dan tangannya. Itulah mengapa mereka berisiko tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan lagi kelambu yang dipasang:
  • Cari yang berbahan kain tipis (bukan dari bahan plastik). Selain tidak membuat bayi kepanasan, juga cukup tembus pandang hingga kita masih bisa melihat bayi dari luar boks.
  • Sisa kelambu harus cukup panjang di bagian bawah boks, agar kelambu tak mudah masuk ke dalam boks.
  • Usahakan kelambu selalu dalam keadaan tergantung rapi lurus ke bawah, tak ada bagian yang sedikit terlipat masuk ke dalam boks. Trik lain, jepitkan kelambu ke bagian bawah boks sehingga kelambu tertahan dalam posisi demikian.
Kalau bayi sudah bisa menggapai-gapai kelambu, ada baiknya kelambu dibuat berjarak dari boks. Misalnya dengan membuat semacam rel gorden di sekeliling boks dengan jarak tertentu sehingga kelambu cukup jauh dari jangkauannya.

sumber  :    http://www.parenting.co.id

Benda Bergerak, Rangsang Bayi Main

0 komentar


Pernah melihat seorang bayi terpikat pada kipas angin yang tergantung di langit-langit? Sesuatu yang dapat bergerak membuatnya terpesona. Tak pernah terlihat sama, bahkan selalu terlihat baru. 

Pilihan waktu bermain yang pas: Mainan bergerak yang bisa berputar selalu jadi pemandangan yang mengasyikkan bayi kecil, yang menghabiskan waktunya dengan telentang dan telentang lagi. Sering-seringlah ganti obyek yang bergelantungan, mulai dari yang bisa bergerak sampai yang melakukan hal-hal  lebih variatif.

Hal sama juga dapat dilakukan untuk pusat beraktivitas dan gym bayi yang banyak mainan tergantung untuk dilihat, dipukul-pukul, atau ditendang. Mainan berputar yang bisa bergerak dan sekaligus mengeluarkan suara yang mempesona bisa jadi obyek yang oke banget untuk digantung ketika anak Anda ‘harus’ menghabiskan waktu di bouncy seat.

Gampang kan untuk menemukan cara merangsang bayi, bahkan yang masih imut-imut. Cuma, Anda harus mau menunggu. Begitu kemampuannya berkembang, dunia baru dari permainan yang menarik langsung terbuka lebar.

Contohnya Mikie: Seiring dengan pertumbuhannya, ia mulai berpaling pada permainan yang lebih rumit–segala sesuatu yang dapat diambil dan ‘diteliti’, langsung dipukul-pukul, diguncang-guncang, dan dikunyah. Tetapi, meski Mikie sudah melupakan mainan favoritnya, mamanya sih tetap menyimpannya. “Buat kenang-kenangan kalau Mikie sudah besar nanti. Saya nggak tega membuang cinta pertama dari bayi baru saya yang pertama,” begitu alasannya.


sumber  :  http://www.parenting.co.id

galery si kecil yg unyu2

0 komentar


           
      
    

0 komentar

TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK DARI USIA 0 BULAN - 12 BULAN

0 komentar

Tahapan perkembangan bayi, balita dan anak adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan orang tua, pengasuh dan pendidik. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan atau penyimpangan atau keterlambatan dalam pertumbuhan & perkembangan anak maka orang tua, pengasuh, pendidik harus segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan agar dapat segera ditanggulangi secara dini.

Pada umumnya proses tumbuh kembang anak berlangsung teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Secara umum ciri-ciri tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut :

  •  Pertumbuhan & perkembang terjadi secara bersamaan & berkorelasi. Misalnya pertumbuhan otak & serabut syaraf anak akan disertai dengan perubahan fungsi yaitu perkembangan intelegensianya.
  • Perkembangan mempunyai pola yang teratur & beurutan. Misalnya sebeluke arah bawah(kaudal). Perkembangan terjadim anak bisa berjalan, ia harus bisa berdiri lebih dahulu.Perkembangn fungsi organ tubuh mempunyai pola yang tetap; yaitu perkembangan lebih dahulu terjadi pada daerah kepala kemudian menuju pada kemampuan gerak dasar . kemudian diikuti kemampuan gerak halus.
  • Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
  •  
    Tahapan tumbuh kembang anak usia 0-12 bulan sebagai berikut :
     Usia 0-3 bulam :
     * mengngkat kepala setinggi 45 derajat
     * menggerakkan kepala dari kiri/ kanan ke tengah
     * melihat & menatap wajah bunda
     * mengoseh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
     * suka tertawa keras
     * bereaksi terkejut terhdap suara keras
     * membalas tersenyum ketika diajak tersenyum / diajak berbicara
     * mengenal bunda dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, & kontak
    Usia 3-6 bulan 
    * berbalik dari telungkup ke terlentang
    * mengangkat kepala setinggi 90 derajat
    * mempertahankan posisi kepala tetap tegak
    * menggenggam pensil
    * meraih benda yg ada dalam jangkauannya
    * memegang tangannya sendiri
    * mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
    * tersenyum ketika melihat mainan / gambar yang menarik
    Usia 6-9 bulan
    * duduk sendiri dalam sikap bersila
    * belajar berdiri sendiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badannya
    * merangkak dan meraih benda atau mendekati seseorang
    * memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
    * bermain tepuk tangan / ciluk ba
    * bergembira dengan melempar benda
     * makan kue sendiri
    Usia 9-12 bulan
    * mengangkat badannya ke posisi berdiri
    * belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi
    * dapat berjalan dengan dituntun
    * memasukkan benda ke mulut
    * mengulang menirukan bunyi yang didengarnya
    * menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
    * mengenal anggota keluarga, takut pada orang asing
    * bereaksi terhadap suara bisikan ( perlahan)

IMUNISASI TAMBAHAN BAGI BAYI & BALITA

0 komentar

 
ada beberapa imunisasi tambahan yang dianjurkan sebagai imunisasi tambahan. Imunisasi tersebut bisa diperoleh di rumah sakit swasta, atau bidan dan dokter tertentu yang menyediakan layanan tersebut. Diantara imunisasi tambahan tersebut adalah sebagai berikut :


* Imunisasi MMR (Measies, Mumps, Rubella)
 Imunisasi ini berguna untuk mencegah penyakit MMR. Measis adalah penyakit campak, Mumps digenal sebagai gondongan yaitu infeksi virus yang menyebabkan rasa sakit karena peradangan pada kelenjer ludah, dengan komplikasi gangguan saraf dan radang selaput otak/meningitis. Sedangkan rubella (campak Jerman) adalah penyakit infeksi virus yang menimbulkan kemerahan pada kulit disertai demam, dan jika wanita hamil terinfeksi, maka dapat menyebabkan kelainan pada bayi yang dikandungnya.
* Imunisasi HIB (Hemophilus Influenza tipe B)
 Imunisasi ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hemophilus Influenza tipe B yang sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan penyakit radang selaput otak/meningitis, infeksi paru-paru, dan infeksi organ tubuh lainnya. Penyakit ini sering mengenai anak dibawah usia 2 tahun.
 
* Imusisasi Pneumokokus (PCV)
 Imunisasi Pneumokokus (Pneumococcal Conjugate Vaccine/PCV) ditujukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dibawah usia 2 tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan radang selaput otak, pneumonia (infeksi paru-paru), bakterimia (infeksi dalam darah), dan infeksi telinga tengah. Imunisasi ini sring juga dikenal sebagai imunisasi IPD (Invasive Pneumoccocal Disease)
* Imunisasi Influenza
 Berguna untuk mencegah penyakit influenza. Imunisasi ini aman diberikan untuk bayi diatas 6 bulan. Virus influenza selalu berubah setiap tahunnya sehingga dianjurkan untuk diberikan setiap tahun.
* Imunisasi Hepatitis A
 Untuk mencegah penyakit hepatitis A.
* Imunisasi Tifoid
 Berguna untuk mencegah penyakit tifoid atau tifus.
* Imunisasi Varisela
Adalah vaksin untuk mencegah penyakit cacar air. Suntikan diberikan satu kali dan dapat diberikan pada umur besapa saja, tapi kebanyakan dokter memberikannya pada saat setelah anak berumur 2 tahun. Imunisasi ini dapat memberikan kekebalan pada anak seumur hidup, walaupun anak dapat terinfeksi, biasanya penyakitnya ringan saja.

Itulah bunda beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk diberikan pada balita anda. Sebagai orangtua kita bertanggung jawab untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kesehatannya. Bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?

Sumber tulisan ini : Buku Pintar Mengasuh Batita ( dr. Surinah, terbitan Gramedia)

5 IMUNISASI WAJIB BAGI BAYI

0 komentar

 Berikut daftar vaksin wajib bagi bayi dan penjelasannya.

BCG (Bacille Calmette-Guérin)

Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang.
Waktu pemberian: Sejak bayi lahir. 
Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si kecil sudah lebih dari 3 bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.

Hepatitis B 
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Waktu pemberian: Dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 - 6 bulan.
Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.

Polio 
Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan.
Waktu pemberian: Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan.
Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis) atau DPT
Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan  bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama)
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. 
Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.

Campak 
Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus.
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun).
Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

Bunda, ayo lakukan 6 cara ini ya biar si mungil tidur nyenyak di malam hari

0 komentar

Anak adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan pada kita. Dengan kehadiran si kecil berarti sebagai orang tua kita harus siap begadang karena bayi yang baru lahir sampai usia beberapa bulan masih sering rewel di tengah malam, selain itu bayi juga masih belum memiliki jam tidur yang teratur, jika di pagi - siang hari si mungil tertidur pulas maka hampir bisa dipastikan di malam harinya si kecil akan terjaga bahkan terkadang disertai dengan reweldan menangis.



                               
Nah Bunda dibawah ini ada 6 tips agar buah hati tercinta dapat tidur nyenyak di malam hari :

1. Sebaiknya bayi tidur di tempat tidur bayi atau box bayi(tidur sendiri).
 Hal dikarenakan jika bayi tidur bersama orang dewasa/ orang tua(dalam satu ranjang) maka ketika orang tuanya bergerak maka bayi juga akan ikut bergerak. Tak jarang hal ini menyebabkan bayi langsung menangis karena kaget dan akan mengganggu tidurnya.
tidurkan bayi di tempat tidurnya sendiri, yang dekat dengan tempat tidur bunda. Jangan lupa letakkan beberapa bantal di pinggir tempat tidurnya, hal ini akan membuat bayi merasa aman dan nyaman.

2. Mandikan bayi dengan air hangat sebelum tidur, dan usapkan minyak kayu putih / minyak telon sembari memijatnya dengan lembut. Hal tersebut akan membuat bayi merasa rilex dan cepat tertidur. Matikan lampu dan putarkan lagu pengantar tidur.

3. Jangan biasakan untuk menidurkan bayi terlalu lama di siang hari karena itu akan membuatnya terjaga sepanjang malam. Cara ini akan membuat bayi terbiasa lebih banyak beristirahat dan tidur di malam hari.

4. Kenakan pakaian yang terbuat dari bahan yang lembut dan ringan sehingga bayi akan merasa nyaman dan tidak sering terbangu di malam hari.

5.  Jangan lupa untuk mengganti popoknya sebelum makan malam. Kenapa? Bayi biasanya akan mengantuk setelah diberi makan dan minum susu lalu tertidur.
Memakaikan pokok saat bayi sedang tidur tentu akan sangat mengganggunya bahkan bisa membangunkannya.

6. Bayi akan tidur ketika dia merasa nyaman. Rajinlah membersihkan ruangan di mana bayi sering tidur dan atur suhunya agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.
Cari tahu apa yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Bila Anda masih merasa kesulitan (biasanya dialami oleh ibu yang melahirkan anak pertama), mintalah saran pada dokter anak.

 Kurang tidur pada bayi akan menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembangnya. Karena itu pastikan bayi Anda memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas dengan menjaga agar tidurnya lelap dan tidak rewel di malam hari.

Koq si kecil sering rewel waktu malam ya ?

0 komentar

Si mungil sering menangis bahkan susah tidur nyenyak di malam hari. Terkadang ibu sering salah mengartikan maksud tangisan sang buah hati. Sebenarnya bayi rewel di malam hari dapat disebabkan oleh beberapa hal, selain karena lapar, ada beberapa penyebab mengapa bayi menangis. Penyebabnya diantaranya adalah :

1. Merasa tak nyaman
Ketika merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seperti popoknya basah, baju yang terlalu ketat, kasar, atau gatal, bayi juga akan sering menangis. Kondisi lain yang terjadi di sekitarnya seperti suasana kamar yang terlalu terang atau gelap, bosan dan tidak ingin ditinggal sendirian, juga akan membuatnya protes melalui tangisan. Untuk menghindari bayi sering menangis, buatlah kondisinya senyaman mungkin dengan kondisi pakaian dan ruangan yang sesuai dengannya.
2. Kepanasan atau kedinginan
Karena kulitnya yang masih tipis, maka bayi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Namun bayi yang baru lahir belum bisa mengatur perubahan suhu tubuhnya sendiri. Maka bayi berharap melalui tangisannya, orangtua mereka bisa membantu mengatur suhu tubuh mereka dan membuatnya lebih nyaman.
"Untuk tahu apakah bayi kedinginan atau kepanasan jangan gunakan suhu telapak tangan dan kaki bayi sebagai tolak ukurnya. Karena tangan dan kaki memang cenderung lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya," tambahnya.
3. Minta digendong
Pada dasarnya semua bayi selalu ingin didekap oleh orangtuanya. Kontak kulit bayi dan orangtua ini diperlukan untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi bayi. Ifa menambahkan, ada penelitian yang membuktikan bahwa para ibu yang bisa menggendong bayi mereka ke mana-mana biasanya bayinya akan lebih jarang menangis.
4. Mengantuk
Kadangkala bayi tidak dapat jatuh tertidur sendiri, sehingga mereka menangis karena membutuhkan bantuan untuk membantu mereka tertidur. Ketika menjelang sore atau malam hari, bayi biasanya menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal ini menandakan bahwa mereka sudah merasa lelah dan cukup beraktivitas di hari itu.
5. Sakit
Bayi menangis juga bisa disebabkan karena mereka sedang sakit. Ini juga bisa menjadi pertanda bahwa kemungkinan mereka akan terserang penyakit. Ketika mereka rewel karena sakit, Anda juga harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena bisa jadi bayi yang masih menyusu ini alergi dengan makanan yang sedang dikonsumsi, alergi pada obat yang dikonsumsi ibu, atau ibu terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol.

6. Percepatan pertumbuhan
Percepatan pertumbuhan (growth spurf) terjadi ketika bayi mengalami lonjakan pertumbuhan fisik, otak, dan motoriknya. Ketika mengalami fase ini, bayi membutuhkan ASI lebih banyak sehingga menyusu lebih sering. Dan ini akan menyebabkan mereka sering menangis. Periode percepatan pertumbuhan ini biasanya terjadi pada bayi usia 7-10 hari, 4-6 minggu, 3-4 bulan, enam bulan, dan sembilan bulan. Periode percepatan pertumbuhan ini berlangsung antara 2-5 hari.

Demikian postingan kali ini tentang penyebab rewelnya di kecil di malam hari. Semoga bermanfaat buat pembaca khususnya bagi bunda & buah hati tercinta  :)

Rabu, 10 Juli 2013

BABY POTTY TRAINING II

0 komentar

BABY POTTY TRAINING

0 komentar

Selasa, 09 Juli 2013

GALERY FOTO BABY

0 komentar


           
      
    

Senin, 08 Juli 2013

Cara Membuat Kode Warna Untuk Blog

0 komentar

South Shore Angel 4 Drawer Chest, Espresso

0 komentar

Dream On Me Classic 2 in 1 Convertible Stationary Side Crib

0 komentar

Graco Day 2 Night Sleep System, Ardmore

0 komentar

Lotus Travel Crib and Portable Baby Playard

0 komentar



Step2 New Traditions Table & Chairs Set

0 komentar

Arms Reach Co-Sleeper® brand Mini Co-Sleeper® Bassinet - Natural

0 komentar

Stork Craft Tuscany 4-in-1 Stages Crib

0 komentar

Graco Pack 'N Play with Newborn Napper Elite, Vance

0 komentar

Jumat, 19 Juli 2013

Diposting oleh Unknown di 21.08 0 komentar

Senin, 15 Juli 2013

SI KECIL AKAN SELALU MENIRU BUNDANYA

Diposting oleh Unknown di 07.32 0 komentar
Tanpa kita sadari ternyata si kecil selalu melihat, memperhatikan, bahkan merekam semua hal yang didengarnya, dilihatnya, serta semua kebiasaan yang sering dilakukan orang tuanya terutama ibundanya.

Oleh karena itu, Bunda.. berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak apalagi saat bersama dengan si kecil, agar yang ditiru oleh si kecil adalah semua hal terbaik dari diri orang tuanya.

Ok Bunda semoga kita bisa jadi cermin terbaik buat si kecil ..  ^_^

Minggu, 14 Juli 2013

BEDONG BABY, bermanfaat loch Bunda ...

Diposting oleh Unknown di 21.54 0 komentar
FUNGSI BEDONG PADA BAYI 



 Dr. Harvey Karp, ahli terkemuka tentang masalah bayi tidur dan karyanya meliputi hampir empat dekade, telah lama menganjurkan bedong Bayi. Pada websitenya “Happiest Baby on Block, Karp menulis bahwa bedong bayi adalah penting untuk kesehatan masyarakat karena bayi menangis dan kelelahan itu penyebab utama pemicu orangtua depresi pasca melahirkan, SIDS, pemicu penganiayaan anak-anak seperti mengguncang bayi, pemicu kegagalan menyusui, ibu merokok, stres perkawinan, pemicu kecelakaan mobil, dan over-diagnosis dan pemicu perawatan penyakit bayi.

 

Bedong (SWADDLING) adalah cara membungkus bayi dengan selimut yang bertujuan untuk memberikan rasa hangat dan nyaman. Sebenarnya, membedong atau swaddling sudah dilakukan sejak lama oleh orangtua-orangtua kita dulu. Di banyak daerah di kawasan asia, membedong bayi baru lahir merupakan tradisi turun temurun, bahkan diselimuti hal-hal mistis seperti untuk melindungi bayi dari gangguan roh jahat. Saat ini, dunia kedokteran pun sudah membuktikan manfaat bedong bagi bayi. Isu tersebut bukanlah sekedar isapan jempol. Ada banyak mitos seputar bedong yang kemudian menggiring para orangtua hingga membuat kesalahan-kesalahan fatal dalam proses membedong. Salah satu yang paling sering didengar adalah bahwa membedong penting untuk meluruskan kaki bayi, sehingga saat ia besar nanti kakinya tidak bengkok. Padahal, kaki bengkok pada bayi baru lahir adalah wajar. Mengingat selama di dalam rahim, ia seringkali berada pada posisi meringkuk, terutama di bulan-bulan terakhir ketika ruang di dalam rahim tak lagi luas bagi tubuhnya yang kian membesar. Kaki yang bengkok ini perlahan-lahan akan lurus dengan sendirinya seiring ia bertambah dewasa. Mitos tersebut akhirnya membuat bayi-bayi dibedong dengan sangat ketat hingga tak bisa bergerak. Padahal bedong yang terlalu ketat meningkatkan resiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom pada bayi. Karena bedong yang terlalu ketat membuat proses bernapas bayi terganggu. Selain itu, perkembangan motorik bayi juga bisa terhambat mengingat ia terikat hingga tidak dapat bergerak. Membedong dengan memaksa kaki bayi lurus juga beresiko bayi menderita hip dysplasia atau keadaan di mana formasi soket panggul bayi tidak normal. Namun, selama bedong bayi tidak mengikatnya dengan ketat, melainkan hanya membungkusnya agar hangat, bedong memiliki banyak manfaat. Selain pelukan, bedong adalah ‘replika’ yang paling mampu memberikan suasana mirip dengan saat ia masih di dalam rahim ibu. Di bulan pertama kehadirannya di dunia, bayi masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka tak heran kalau bayi cenderung rewel. Dengan bedong, bayi mendapatkan perasaan hangat, terlindungi dan terdekap layaknya di dalam rahim ibu. Bedong juga membantu bayi agar tidak terganggu dengan startle/moro reflex nya sendiri (reflek menghentakkan seluruh badan seperti sedang kaget). Dengan bedong, bayi juga tidak dapat mencakar mukanya, sesuatu yang sering kali dilakukan bayi baru lahir karena belum mampu mengendalikan anggota tubuhnya. Karena itu bedong membantu bayi lebih tenang, lebih mudah tertidur, dan tidurnya pun menjadi lebih nyenyak. Tetapi perlu diingat, tidak semua bayi senang dibedong. Jika bayi Anda malah rewel ketika dibedong, jangan dipaksakan. Bedong bertujuan untuk memberi kenyamanan, jika bayi tidak merasa nyaman, maka bedong menjadi tidak perlu. Saat cuaca panas juga sangat tidak disarankan untuk membedong bayi. Keadaan overheat bagi bayi bisa mengganggu sistem pernapasannya. Tak selamanya pula bayi butuh dibedong. Biasanya para orangtua berhenti membedong bayi di usia 1-2 bulan. Pada usia tersebut, bayi mulai banyak bergerak, dan bedong bisa menggangu gerakannya. Beberapa bayi juga mulai berguling ke samping di usia 2 bulan. Berguling dalam posisi masih dibedong akan sangat berbahaya bagi bayi. Bayi yang sudah tidak mengalami startle/moro reflex juga sudah tak perlu dibedong. Itu menandakan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penelitian juga menyebutkan bahwa membedong bayi di usia dua bulan ke atas tidak memberikan manfaat signifikan untuk meredakan tangisnya. Tetapi, di sisi lain, ada beberapa bayi yang justru menjadi kecanduan bedong dan sulit tidur tanpa dibedong. Seiring usianya bertambah besar, longgarkan bedongnya, hingga perlahan-lahan benar-benar longgar dan bisa berhenti digunakan tanpa ia sadari.

 
 Sumber : http://mybabybtw.com

Masih Tingginya Kematian Balita Di Seluruh Dunia

Diposting oleh Unknown di 20.44 0 komentar
Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kematian. Untuk mengetahui seberapa besar jumlah anak yang mengalami kematian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah berupaya keras untuk mengetahui secara pasti. Setiap tahunnya, lebih dari 10 juta anak yang berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian, yang disebabkan oleh 6 penyebab utama, yang mana sebagian besar diantaranya sebenarnya dapat dicegah, demikian yang diungkapkan oleh WHO. Dari sekitar 10,6 juta balita yang meninggal, 73%-nya disebabkan oleh 6 penyebab utama, yaitu: 1. Pneumonia (radang paru) 19% 2. Diare 18% 3. Malaria 8% 4. Infeksi pada darah atau Pneumonia pada bayi baru lahir 10% 5. Kelahiran prematur 10% 6. Asfiksia (sumbatan jalan napas) 8% 54% kematian pada balita disebabkan oleh ke empat penyakit menular di atas, yang sebenarnya penyakit-penyakit ini dapat dicegah. 53% dari seluruh kematian mempunyai penyebab dasar yang sama, yaitu gizi yang buruk. Seperti yang terjadi di Ethiopia. Anak-anak Ethiopia, berisiko 30 kali lipat untuk mengalami kematian dibanding dengan anak-anak di negara Eropa. Secara keseluruhan, kematian anak di negara-negara Afrika mencapai 42% dari seluruh kematian anak di seluruh dunia: 94% kematian disebabkan karena malaria, 89% disebabkan karena HIV/AIDS, 46% kematian disebabkan karena Pneumonia (radang paru), 40% karena diare dan 5% karena campak. Sedang anak-anak negara asia tenggara ''menyumbang'' 29% kematian anak, demikian yang dilaporkan dalam jurnal The Lancet. sumber http://www.info-sehat.com

Kurang Tidur bisa mengganggu kesehatan

Diposting oleh Unknown di 20.43 0 komentar
Remaja saat ini sering mendapat tekanan untuk belajar lebih keras dengan segudang kegiatan di luar sekolah yang harus diikuti, untuk dapat mengejar nilai yang tinggi agar nantinya bisa melanjutkan ke sekolah favorit. Hal ini membuat remaja harus mengurangi waktu istirahatnya, menjadi kurang dari 8 jam sehari.

Dengan berkurangnya waktu tidur, akan menjadi bahaya yang dapat mengancam kesehatan para remaja, termasuk juga mengancam daya ingat dan kemampuan berpikir. Pada saat tidur itulah, pertumbuhan fisik hampir seluruhnya terjadi, yang bila tidak mendapat tidur yang cukup akan membuat pertumbuhan mereka terhambat, mental kurang berkembang dan berperilaku yang memprihatinkankan orangtuanya. Oleh karena itu dianjurkan oleh dokter untuk mempunyai waktu tidur yang cukup, sedikitnya 9 jam sehari.

Menurut ahli dari Cina, jam 10 malam hingga jam 1 dini hari adalah waktu paling aktif dihasilkannya hormon pertumbuhan dan metabolisme sel. Hilangnya waktu tidur pada jam-jam penting tersebut, tidak dapat digantikan dengan tidur pada jam lainnya.

sumber http://www.info-sehat.com

Jangan jadikan TV sebagai Orang tua kedua bagi anak

Diposting oleh Unknown di 20.43 0 komentar
3 buah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Juli memberikan gambaran serupa bahwa semakin dini usia anak saat menonton televisi, semakin buruk pengaruhnya terhadap pendidikan anak.

Penelitian pertama menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya akan mempunyai nilai 8 poin lebih rendah pada tes matematika dibanding mereka yang tidak (memiliki televisi di kamarnya). Mereka juga memiliki nilai yang lebih rendah pada tes berbahasa dan membaca. Sebaliknya, bila anak tersebut memiliki akses komputer akan meningkatkan skor pada berbagai tes yang diikutinya.

Penelitian kedua mendapatkan bahwa semakin banyak seseorang menonton televisi pada usia antara 5 dan 15 tahun, semakin rendah tingkat pendidikan yang diselesaikan pada usia 26 tahun, dan hal tersebut ternyata tidak begitu dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan intelegensia orang tersebut. Semakin dini usia anak saat menonton TV, semakin besar efek buruknya terhadap kelulusan. Hal ini juga membawa kepada dugaan bahwa efek yang terjadi bersifat jangka panjang.

Penelitian ketiga melaporkan bahwa untuk anak yang berusia sangat muda, menonton televisi berkaitan erat dengan nilai tes matematika dan membaca yang rendah. Pola yang paling buruk terlihat pada anak berusia kurang dari 3 tahun yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari.

Jadi, semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. Sebagian pakar menyatakan efek baik dan buruk televisi juga sangat tergantung dari materi yang ditonton. Tetapi, dari penelitian-penelitian ini mungkin kita bisa lebih berhati-hati untuk meletakkan televisi hanya di ruang keluarga dan bukan di kamar anak. Jangan biarkan anak terlalu banyak menonton televisi dan upayakan agar anak baru mengenal televisi setelah usianya lebih dari 3 tahun

sumber http://www.info-sehat.com

Anak, kuman, kesehatan, balita

Diposting oleh Unknown di 20.42 0 komentar

Anak, kuman, kesehatan, balita


Mama yang senang mendekor biasanya senang memasang kelambu berwarna selaras dengan warna boks bayi. Selain indah juga dipercaya bisa melindungi si kecil dari serangan nyamuk. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa kelambu bisa berbahaya bagi bayi?

Bayi yang baru lahir belum bisa mengontrol gerakan kaki dan tangannya. Itulah mengapa mereka berisiko tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan lagi kelambu yang dipasang:
  • Cari yang berbahan kain tipis (bukan dari bahan plastik). Selain tidak membuat bayi kepanasan, juga cukup tembus pandang hingga kita masih bisa melihat bayi dari luar boks.
  • Sisa kelambu harus cukup panjang di bagian bawah boks, agar kelambu tak mudah masuk ke dalam boks.
  • Usahakan kelambu selalu dalam keadaan tergantung rapi lurus ke bawah, tak ada bagian yang sedikit terlipat masuk ke dalam boks. Trik lain, jepitkan kelambu ke bagian bawah boks sehingga kelambu tertahan dalam posisi demikian.
Kalau bayi sudah bisa menggapai-gapai kelambu, ada baiknya kelambu dibuat berjarak dari boks. Misalnya dengan membuat semacam rel gorden di sekeliling boks dengan jarak tertentu sehingga kelambu cukup jauh dari jangkauannya.

sumber  :    http://www.parenting.co.id

Benda Bergerak, Rangsang Bayi Main

Diposting oleh Unknown di 20.41 0 komentar

Pernah melihat seorang bayi terpikat pada kipas angin yang tergantung di langit-langit? Sesuatu yang dapat bergerak membuatnya terpesona. Tak pernah terlihat sama, bahkan selalu terlihat baru. 

Pilihan waktu bermain yang pas: Mainan bergerak yang bisa berputar selalu jadi pemandangan yang mengasyikkan bayi kecil, yang menghabiskan waktunya dengan telentang dan telentang lagi. Sering-seringlah ganti obyek yang bergelantungan, mulai dari yang bisa bergerak sampai yang melakukan hal-hal  lebih variatif.

Hal sama juga dapat dilakukan untuk pusat beraktivitas dan gym bayi yang banyak mainan tergantung untuk dilihat, dipukul-pukul, atau ditendang. Mainan berputar yang bisa bergerak dan sekaligus mengeluarkan suara yang mempesona bisa jadi obyek yang oke banget untuk digantung ketika anak Anda ‘harus’ menghabiskan waktu di bouncy seat.

Gampang kan untuk menemukan cara merangsang bayi, bahkan yang masih imut-imut. Cuma, Anda harus mau menunggu. Begitu kemampuannya berkembang, dunia baru dari permainan yang menarik langsung terbuka lebar.

Contohnya Mikie: Seiring dengan pertumbuhannya, ia mulai berpaling pada permainan yang lebih rumit–segala sesuatu yang dapat diambil dan ‘diteliti’, langsung dipukul-pukul, diguncang-guncang, dan dikunyah. Tetapi, meski Mikie sudah melupakan mainan favoritnya, mamanya sih tetap menyimpannya. “Buat kenang-kenangan kalau Mikie sudah besar nanti. Saya nggak tega membuang cinta pertama dari bayi baru saya yang pertama,” begitu alasannya.


sumber  :  http://www.parenting.co.id

galery si kecil yg unyu2

Diposting oleh Unknown di 20.40 0 komentar

           
      
    

Diposting oleh Unknown di 20.15 0 komentar

TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK DARI USIA 0 BULAN - 12 BULAN

Diposting oleh Unknown di 07.40 0 komentar
Tahapan perkembangan bayi, balita dan anak adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan orang tua, pengasuh dan pendidik. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan atau penyimpangan atau keterlambatan dalam pertumbuhan & perkembangan anak maka orang tua, pengasuh, pendidik harus segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan agar dapat segera ditanggulangi secara dini.

Pada umumnya proses tumbuh kembang anak berlangsung teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan. Secara umum ciri-ciri tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut :
  •  Pertumbuhan & perkembang terjadi secara bersamaan & berkorelasi. Misalnya pertumbuhan otak & serabut syaraf anak akan disertai dengan perubahan fungsi yaitu perkembangan intelegensianya.
  • Perkembangan mempunyai pola yang teratur & beurutan. Misalnya sebeluke arah bawah(kaudal). Perkembangan terjadim anak bisa berjalan, ia harus bisa berdiri lebih dahulu.Perkembangn fungsi organ tubuh mempunyai pola yang tetap; yaitu perkembangan lebih dahulu terjadi pada daerah kepala kemudian menuju pada kemampuan gerak dasar . kemudian diikuti kemampuan gerak halus.
  • Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
  •  
    Tahapan tumbuh kembang anak usia 0-12 bulan sebagai berikut :
     Usia 0-3 bulam :
     * mengngkat kepala setinggi 45 derajat
     * menggerakkan kepala dari kiri/ kanan ke tengah
     * melihat & menatap wajah bunda
     * mengoseh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
     * suka tertawa keras
     * bereaksi terkejut terhdap suara keras
     * membalas tersenyum ketika diajak tersenyum / diajak berbicara
     * mengenal bunda dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, & kontak
    Usia 3-6 bulan 
    * berbalik dari telungkup ke terlentang
    * mengangkat kepala setinggi 90 derajat
    * mempertahankan posisi kepala tetap tegak
    * menggenggam pensil
    * meraih benda yg ada dalam jangkauannya
    * memegang tangannya sendiri
    * mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
    * tersenyum ketika melihat mainan / gambar yang menarik
    Usia 6-9 bulan
    * duduk sendiri dalam sikap bersila
    * belajar berdiri sendiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badannya
    * merangkak dan meraih benda atau mendekati seseorang
    * memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
    * bermain tepuk tangan / ciluk ba
    * bergembira dengan melempar benda
     * makan kue sendiri
    Usia 9-12 bulan
    * mengangkat badannya ke posisi berdiri
    * belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi
    * dapat berjalan dengan dituntun
    * memasukkan benda ke mulut
    * mengulang menirukan bunyi yang didengarnya
    * menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
    * mengenal anggota keluarga, takut pada orang asing
    * bereaksi terhadap suara bisikan ( perlahan)

IMUNISASI TAMBAHAN BAGI BAYI & BALITA

Diposting oleh Unknown di 06.05 0 komentar
 
ada beberapa imunisasi tambahan yang dianjurkan sebagai imunisasi tambahan. Imunisasi tersebut bisa diperoleh di rumah sakit swasta, atau bidan dan dokter tertentu yang menyediakan layanan tersebut. Diantara imunisasi tambahan tersebut adalah sebagai berikut :


* Imunisasi MMR (Measies, Mumps, Rubella)
 Imunisasi ini berguna untuk mencegah penyakit MMR. Measis adalah penyakit campak, Mumps digenal sebagai gondongan yaitu infeksi virus yang menyebabkan rasa sakit karena peradangan pada kelenjer ludah, dengan komplikasi gangguan saraf dan radang selaput otak/meningitis. Sedangkan rubella (campak Jerman) adalah penyakit infeksi virus yang menimbulkan kemerahan pada kulit disertai demam, dan jika wanita hamil terinfeksi, maka dapat menyebabkan kelainan pada bayi yang dikandungnya.
* Imunisasi HIB (Hemophilus Influenza tipe B)
 Imunisasi ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hemophilus Influenza tipe B yang sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan penyakit radang selaput otak/meningitis, infeksi paru-paru, dan infeksi organ tubuh lainnya. Penyakit ini sering mengenai anak dibawah usia 2 tahun.
 
* Imusisasi Pneumokokus (PCV)
 Imunisasi Pneumokokus (Pneumococcal Conjugate Vaccine/PCV) ditujukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dibawah usia 2 tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan radang selaput otak, pneumonia (infeksi paru-paru), bakterimia (infeksi dalam darah), dan infeksi telinga tengah. Imunisasi ini sring juga dikenal sebagai imunisasi IPD (Invasive Pneumoccocal Disease)
* Imunisasi Influenza
 Berguna untuk mencegah penyakit influenza. Imunisasi ini aman diberikan untuk bayi diatas 6 bulan. Virus influenza selalu berubah setiap tahunnya sehingga dianjurkan untuk diberikan setiap tahun.
* Imunisasi Hepatitis A
 Untuk mencegah penyakit hepatitis A.
* Imunisasi Tifoid
 Berguna untuk mencegah penyakit tifoid atau tifus.
* Imunisasi Varisela
Adalah vaksin untuk mencegah penyakit cacar air. Suntikan diberikan satu kali dan dapat diberikan pada umur besapa saja, tapi kebanyakan dokter memberikannya pada saat setelah anak berumur 2 tahun. Imunisasi ini dapat memberikan kekebalan pada anak seumur hidup, walaupun anak dapat terinfeksi, biasanya penyakitnya ringan saja.

Itulah bunda beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk diberikan pada balita anda. Sebagai orangtua kita bertanggung jawab untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kesehatannya. Bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?

Sumber tulisan ini : Buku Pintar Mengasuh Batita ( dr. Surinah, terbitan Gramedia)

5 IMUNISASI WAJIB BAGI BAYI

Diposting oleh Unknown di 05.52 0 komentar
 Berikut daftar vaksin wajib bagi bayi dan penjelasannya.

BCG (Bacille Calmette-Guérin)
Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang.
Waktu pemberian: Sejak bayi lahir. 
Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si kecil sudah lebih dari 3 bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.

Hepatitis B 
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Waktu pemberian: Dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 - 6 bulan.
Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.

Polio 
Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan.
Waktu pemberian: Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan.
Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis) atau DPT
Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan  bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama)
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. 
Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.

Campak 
Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus.
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun).
Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

Bunda, ayo lakukan 6 cara ini ya biar si mungil tidur nyenyak di malam hari

Diposting oleh Unknown di 05.09 0 komentar
Anak adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan pada kita. Dengan kehadiran si kecil berarti sebagai orang tua kita harus siap begadang karena bayi yang baru lahir sampai usia beberapa bulan masih sering rewel di tengah malam, selain itu bayi juga masih belum memiliki jam tidur yang teratur, jika di pagi - siang hari si mungil tertidur pulas maka hampir bisa dipastikan di malam harinya si kecil akan terjaga bahkan terkadang disertai dengan reweldan menangis.



                               
Nah Bunda dibawah ini ada 6 tips agar buah hati tercinta dapat tidur nyenyak di malam hari :

1. Sebaiknya bayi tidur di tempat tidur bayi atau box bayi(tidur sendiri).
 Hal dikarenakan jika bayi tidur bersama orang dewasa/ orang tua(dalam satu ranjang) maka ketika orang tuanya bergerak maka bayi juga akan ikut bergerak. Tak jarang hal ini menyebabkan bayi langsung menangis karena kaget dan akan mengganggu tidurnya.
tidurkan bayi di tempat tidurnya sendiri, yang dekat dengan tempat tidur bunda. Jangan lupa letakkan beberapa bantal di pinggir tempat tidurnya, hal ini akan membuat bayi merasa aman dan nyaman.

2. Mandikan bayi dengan air hangat sebelum tidur, dan usapkan minyak kayu putih / minyak telon sembari memijatnya dengan lembut. Hal tersebut akan membuat bayi merasa rilex dan cepat tertidur. Matikan lampu dan putarkan lagu pengantar tidur.

3. Jangan biasakan untuk menidurkan bayi terlalu lama di siang hari karena itu akan membuatnya terjaga sepanjang malam. Cara ini akan membuat bayi terbiasa lebih banyak beristirahat dan tidur di malam hari.

4. Kenakan pakaian yang terbuat dari bahan yang lembut dan ringan sehingga bayi akan merasa nyaman dan tidak sering terbangu di malam hari.

5.  Jangan lupa untuk mengganti popoknya sebelum makan malam. Kenapa? Bayi biasanya akan mengantuk setelah diberi makan dan minum susu lalu tertidur.
Memakaikan pokok saat bayi sedang tidur tentu akan sangat mengganggunya bahkan bisa membangunkannya.

6. Bayi akan tidur ketika dia merasa nyaman. Rajinlah membersihkan ruangan di mana bayi sering tidur dan atur suhunya agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas.
Cari tahu apa yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Bila Anda masih merasa kesulitan (biasanya dialami oleh ibu yang melahirkan anak pertama), mintalah saran pada dokter anak.

 Kurang tidur pada bayi akan menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembangnya. Karena itu pastikan bayi Anda memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas dengan menjaga agar tidurnya lelap dan tidak rewel di malam hari.

Koq si kecil sering rewel waktu malam ya ?

Diposting oleh Unknown di 04.01 0 komentar
Si mungil sering menangis bahkan susah tidur nyenyak di malam hari. Terkadang ibu sering salah mengartikan maksud tangisan sang buah hati. Sebenarnya bayi rewel di malam hari dapat disebabkan oleh beberapa hal, selain karena lapar, ada beberapa penyebab mengapa bayi menangis. Penyebabnya diantaranya adalah :

1. Merasa tak nyaman
Ketika merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seperti popoknya basah, baju yang terlalu ketat, kasar, atau gatal, bayi juga akan sering menangis. Kondisi lain yang terjadi di sekitarnya seperti suasana kamar yang terlalu terang atau gelap, bosan dan tidak ingin ditinggal sendirian, juga akan membuatnya protes melalui tangisan. Untuk menghindari bayi sering menangis, buatlah kondisinya senyaman mungkin dengan kondisi pakaian dan ruangan yang sesuai dengannya.
2. Kepanasan atau kedinginan
Karena kulitnya yang masih tipis, maka bayi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Namun bayi yang baru lahir belum bisa mengatur perubahan suhu tubuhnya sendiri. Maka bayi berharap melalui tangisannya, orangtua mereka bisa membantu mengatur suhu tubuh mereka dan membuatnya lebih nyaman.
"Untuk tahu apakah bayi kedinginan atau kepanasan jangan gunakan suhu telapak tangan dan kaki bayi sebagai tolak ukurnya. Karena tangan dan kaki memang cenderung lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya," tambahnya.
3. Minta digendong
Pada dasarnya semua bayi selalu ingin didekap oleh orangtuanya. Kontak kulit bayi dan orangtua ini diperlukan untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi bayi. Ifa menambahkan, ada penelitian yang membuktikan bahwa para ibu yang bisa menggendong bayi mereka ke mana-mana biasanya bayinya akan lebih jarang menangis.
4. Mengantuk
Kadangkala bayi tidak dapat jatuh tertidur sendiri, sehingga mereka menangis karena membutuhkan bantuan untuk membantu mereka tertidur. Ketika menjelang sore atau malam hari, bayi biasanya menjadi lebih rewel dan sering menangis. Hal ini menandakan bahwa mereka sudah merasa lelah dan cukup beraktivitas di hari itu.
5. Sakit
Bayi menangis juga bisa disebabkan karena mereka sedang sakit. Ini juga bisa menjadi pertanda bahwa kemungkinan mereka akan terserang penyakit. Ketika mereka rewel karena sakit, Anda juga harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena bisa jadi bayi yang masih menyusu ini alergi dengan makanan yang sedang dikonsumsi, alergi pada obat yang dikonsumsi ibu, atau ibu terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol.

6. Percepatan pertumbuhan
Percepatan pertumbuhan (growth spurf) terjadi ketika bayi mengalami lonjakan pertumbuhan fisik, otak, dan motoriknya. Ketika mengalami fase ini, bayi membutuhkan ASI lebih banyak sehingga menyusu lebih sering. Dan ini akan menyebabkan mereka sering menangis. Periode percepatan pertumbuhan ini biasanya terjadi pada bayi usia 7-10 hari, 4-6 minggu, 3-4 bulan, enam bulan, dan sembilan bulan. Periode percepatan pertumbuhan ini berlangsung antara 2-5 hari.

Demikian postingan kali ini tentang penyebab rewelnya di kecil di malam hari. Semoga bermanfaat buat pembaca khususnya bagi bunda & buah hati tercinta  :)

Rabu, 10 Juli 2013

BABY POTTY TRAINING II

Diposting oleh Unknown di 06.48 0 komentar

BABY POTTY TRAINING

Diposting oleh Unknown di 06.47 0 komentar

Selasa, 09 Juli 2013

GALERY FOTO BABY

Diposting oleh Unknown di 01.00 0 komentar

           
      
    

Senin, 08 Juli 2013

Cara Membuat Kode Warna Untuk Blog

Diposting oleh Unknown di 02.35 0 komentar

South Shore Angel 4 Drawer Chest, Espresso

Diposting oleh Unknown di 01.39 0 komentar

Dream On Me Classic 2 in 1 Convertible Stationary Side Crib

Diposting oleh Unknown di 01.38 0 komentar

Graco Day 2 Night Sleep System, Ardmore

Diposting oleh Unknown di 01.36 0 komentar

Lotus Travel Crib and Portable Baby Playard

Diposting oleh Unknown di 01.35 0 komentar


Step2 New Traditions Table & Chairs Set

Diposting oleh Unknown di 01.33 0 komentar

Arms Reach Co-Sleeper® brand Mini Co-Sleeper® Bassinet - Natural

Diposting oleh Unknown di 01.32 0 komentar

Stork Craft Tuscany 4-in-1 Stages Crib

Diposting oleh Unknown di 01.31 0 komentar

Graco Pack 'N Play with Newborn Napper Elite, Vance

Diposting oleh Unknown di 01.29 0 komentar
 
Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos Onlinefreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates