Penggunaan baby car seat (jok bayi) saat bepergian sangat dianjurkan, selain tidak repot menggendong ataupun memangku si buah hati, orang tua juga akan lebih mantap mempercayakan “dekapan” jika terjadi benturan fatal.
Meski
demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli dan
memasangkan jok bayi. Pemilihan ukuran jok sesuai dengan berat atau umur bayi
dan posisi meletakkannya. Selengkapnya sebagai berikut:
- Regulasi internasional, jok bayi harus ditempatkan di kursi penumpang belakang. Alasannya, hampir semua mobil masa kini sudah menggunakan kantung udara di jok penumpang depan. Kalau terjadi benturan atau mobil bertabrakan, saat mengembang kantung udara itu menyebabkan bayi susah bernafas.
- Pilih jok bayi berdasar usia dan berat. Jika usia anak belum satu tahun, pilih jok yang sanggup menahan bobot tidak lebih dari 10 kg. Biasanya, jenis ini diletakkan menghadap ke belakang dan bisa dibawa seperti keranjang ketika berada di luar mobil. Model ini lebih aman bila mobil mengalami tabrakan.
- Jika anak sudah berusia dua tahun atau bobotnya lebih dari 10 kg, gunakan jenis convertible baby car seat. Modelnya hampir sama, namun ukurannya lebih besar.
- Nah, jika sudah masuk masa kanak-kanak (berusia di atas 4 tahun) sudah saatnya menggunakan booster seat dengan desain lebih besar dan mirip jok mobil sesungguhnya.
- Pastikan jok bayi memiliki sabuk pengaman dan berfungsi dengan baik serta pilih jenis jok bagian dudukannya bisa dilepas untuk dicuci dan dibersihkan.
- Periksalah material yang dipakai di bagian alas dan pengaman. Pastikan dibuat dari bahan lembut dan nyaman agar si kecil betah duduk
MEMAKAI car seat barangkali
belum menjadi kebiasaan mayoritas masyarakat kita. Jangankan car seat
yang memerlukan biaya ekstra, sekadar memakai helm, sabuk pengaman yang
melindungi mereka yang berkendara roda empat pun masih sering diabaikan.
Sama dengan manfaat sabuk pengaman, car
seat juga dibutuhkan agar tidak terjadi cedera yang sama akibat orang
mengabaikan pemakaian sabuk pengaman selama berkendara mobil. Sampai anak
berusia cukup untuk menjadi memadai memakai sabuk pengaman, car seat merupakan
satu-satunya pilihan agar selamat selamat berkendara dengan mobil.
Tanpa car seat, sebagaimana orang dewasa,
cedera otak akibat kepala terguncang saat terjadi pengereman mendadak atau
benturan keras yang terjadi tiba-tiba (whiplash effect). Dalam cedera
semacam itu, selain kemungkinan cedera tulang dan otot, otak bisa mengalami
kerusakan. Batang otak cedera akibat batang leher tempat batang otak berada
yang terguncang oleh gerakan berhenti seketika dari efek gaya mobil yang melaju
cepat, sehingga bisa menyebabkan kematian
Perhatikan lagi cara Anda menggunakan car seat untuk anak. Kesalahan menggunakan car seat dapat membahayakan anak. Berikut kesalahan umum pakai car seat yang sering terjadi :
1). Pakai car seat bekas. Fungsi dari beberapa bagian penting car seat bisa jadi sudah hilang karena menuanya usia pakai, sehingga tak cukup kuat melindungi anak. Penggunaan ideal car seat adalah kurang dari lima tahun.
2). Hanya pakai sesekali, padahal Anda tidak dapat memprediksi kapan terjadinya rem mendadak atau kecelakaan akan terjadi. Pakai car seat setiap saat!
3). Mengeluarkan anak dari car seat saat mobil jalan dengan alasan anak sudah tidak betah. Ajak ia bermain di car seat-nya! Bila gagal, segera hentikan mobil. Mungkin ia sudah lelah duduk dan ingin merenggangkan tubuhnya.
4). Tidak baca buku petunjuk manual penggunaan. Ada jutaan model car seat di luar sana, yang berbeda cara penggunaannya. Akibatnya bisa fatal bila ada salah satu bagian dari car seat tidak terpasang, karena Anda tidak tahu.
5). Sabuk pengaman tidak terkunci dengan benar. Sabuk pengaman car seat adalah penolong Anda untuk menahan posisi anak tetap aman saat terjadi goncangan. Pastikan sabuk berbunyi ‘klik’ ketika mengunci dan cek cara kerjanya, minimal dua minggu sekali.
6). Sabuk pengaman terlalu ketat atau longgar. Anak akan kesulitan bernapas dan bergerak bila sabuk pengamannya terlalu ketat. Bila terlalu longgar, fungsi sabuk pengaman akan hilang. Kencangkan sabuk pengaman sesuai tubuh anak dengan ditambah satu ruang ukuran jari Anda.
7). Car seat tidak menempel dengan benar. Pastikan car seat telah menempel dan terkunci dengan sempurna pada jok belakang mobil agar car seat bebas goncangan. Bila car seat dapat bergeser ke depan atau ke samping lebih dari 1 inchi, Anda harus perbaiki atau beli car seat baru!
8). Letakkan car seat di kursi depan dengan alasan menemani Anda mengemudi. Risiko terpental dan terkena pecahan kaca saat kecelakaan terjadi lebih kecil di kursi bagian belakang.
9). Car seat di hadapkan ke depan, searah dengan laju mobil. Tepat bila car seat di hadapkan ke belakang.Bagian kepala, tulang leher dan tulang belakang si kecil akan terlindungi oleh car seat saat kecelakaan terjadi. Mulai sekarang Anda harus tega tidak melihat wajahnya!
10). Peralihan dari car seat ke buster seat terlalu cepat. Booster seat, sejenis car seat yang memiliki ukuran lebih besar ini baru bisa digunakan oleh anak berusia 8 tahun atau memiliki tinggi badan 1,45 meter. (me)

0 komentar:
Posting Komentar